Seni Peran

Hai teman teman pelajar, pada artikel kali ini kita akan membahas tuntas mengenai seni teater. Seni teater itu apa sih ? . . . pasti teman teman pada bingung kan? . . .  Langsung aja kita bahas mengenai  seni peran, berikut penjelasannya.

A. Seni Peran

Seni peran adalah salah satu materi dari pembelajaran seni budaya yang misalnya ada sebuah penampilan drama atau sebuah film, dan setiap peran peran dari pertunjukan tersebut haru harus dikuasi secara mendalm oleh pemerannya.
 
Seni peran dapat dikatan sebagai seni yang tidak pernah selesai pembelajarannya. Mengapa demikian? Karena seni oeran ini merupakan ilmu yang sangat panjang. selama seorang aktor maupun aktris masik bernafas, maka ia masih terus belajar diantara lahirnya karya karya seninya.
 
Seorang aktor atau aktris akan berusaha menampilkan perannya dengan baik di atas panggung. Apa yang diperlukan agar dpat berperan dengan baik? Seorang aktor harus melakukan pengamatan dan penelitian. seorang aktor bisa juga disebut sebagai penelitii. karen aktor harus memahami dan meneliti dan mengamati berbagai aspek yang ada di lingkungan sekitar nya.
B. Unsur-Unsur Seni Peran
Segala sesuatunya itu pasti mempunyai unsur.Unsur itu sangat penting sekali,terutama pada seni peran.Ada beberapa unsur yang mendukung seni peran, yaitu sebagai berikut.

1. Unsur Lakon

Unsur lakon dalam seni peran sangat lah penting, sebagai nyawa dalam sebuah cerita. Lakon dan cerita merupakan hasil karya seniman yang diwujudkan di atas  pentas teater. Tidak semua kreator teater mampu menulis naskah atau lakon sendiri. Oleh karena itu, naskah atau lakon yang ditulis irang lain (pengarang) di mata seniman teater adlah bahan baku atau sumber id,gagasan, dan pesan moral yang mengilhami untuk beraktivitas melalui karya teater.Sumber-sumber cerita atau lakon diperoleh melalui cerita fiksi, cerita sejarah, atau pun cerita daerah di nusantara.

2. Unsur Penokohan

Unsur penokohan dapat di golongan berdasarkan perannya dalam lakuan dan fungsinya dalam lakon.

A. Berdasarkan Perannya
Berdasarkan peran dalam lakuan ada tiga macam tokoh yaitu tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis.

1. Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang mendukung alur dalam cerita. Dalam sebuah lakon, biasanya ada satu atau dua orang tokoh protagonis yang dibantu tokoh tokoh lain yang terlibat dalam lakuan. Tokoh ini ialah tokoh yang pertama tama yang menghadapi masalah yang terbelit dengan kesulitan.

2. Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis adalah tokoh utama yang menentang jalannya alur cerita. Tokoh antagonis juga sebagai tokoh penentang dari tokoh protagonis. Biasanya ada satu orang tokoh antagonis dan beberapa tokoh yabg berperan sebagai penghalang tokoh protagonis.

3. Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis adalah tokoh yang berpihak pada protagonis dan antagonis atau menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis.

B. Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya keberadaan dalam lakon dapat dibedakan menjadi tokoh sentral, tokoh utama, dan tokoh pembantu.

1. Tokoh Sentral
Tokoh sentral adalah tokoh yang paling menentukan dalam seluruh lakon drama. Tokoh sentral biasanya adalah tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

2. Tokoh Utama
Tokoh utama adalah pelaku yang diutamakan dalam sebuah lakon. Tokoh ini banyak muncul dan banyak dibicarakan dalan naskah.

3. Tokoh Pembantu
Tokoh pembantu adalah tokoh yang menegang peranan pelengkap atau tambahan. Tokoh pembantu dalam dunia pewayangan disebut sebagai goro goro ( Punakawan ). Kedudukan tokoh ini kadangkala ditempatkan sebagai penghibur, penggembira ataupun hanya sebatas pelengkap saja. Artinya kedatangan tokoh ini tidak terlalu penting. Ada atau tidaknya tokoh ini, tidak akan mempengaruhi keutuhan lakon secara tematik. Kalau pun dihadirkan, lakon akan menjadi panjang atau menambah kejelasan adegan peristiwa yang dibangun.

3. Unsur Tubuh

Unsur yang ketiga ini sangat berguna sekali dalan seni peran, karena apa ? . . . Karena unsur tubuh berfungsi agar orang lebih mudah untuk mengetahui karakter, sifat, peranan dari suatu tokoh.

Dalam seni peran, tubuh secara menyeluruh harus sanggup dan bagus. Maksudnya adalah tubuh harus lentur, sanggup memainkan semua peran, gampang diarahkan, dan tidak kaku. Untuk dapat seperti itu harus mengadakan latihan latihan tubuh atau olah tubuh. Dalam berlatih olah tubuh, harus memiliki pola. Pola tidak mungkin ditemukan begitu saja. Perlu waktu yang lama, ketekunan, dan ketertibana. Dalam melakukan olah tubuh ada beberapa bentuk yabg dapat dilakukan, yaitu sebab, latihan tari, latihan konsentrasi, latihan bela diri seperti silat, latihan anggar, dan latihan renang.

4. Unsur Suara

Sura atau bunyi yabg dikeluarkan dari indra mulut dan hidung melalui rongga atau pita suara adalah salah satu unsur dalam seni peran yang berguna untuk menyampaikan pesan dalan seni peran melalui bahasa verbap atau pengucapan kata kata.

5. Unsur Penghayatan

Penghayatan adalah penjiwaan, mengisi suasana perasaan hati, kedalaman sukma yang digali dan dilakukan seorang pemeran saat membawakan pemeranannya di atas pentas. Unsur penghayatan dalam seni peran perlu memperoleh perhatian khusus, sebab setiap pemeran dalam membawakan pemeranannya akan terasa berbeda. Sekalipun berasal penokohan yang sama dari naskah yang sama. Hal ini, sangat tergantung pada sejauhmana upaya pengalaman pemeranan dalam mengásah kepekaan sukmanya sehingga memunculkan kesadaran rasa simpati dan empati diri sendiri pada orang lain dan kepekaan menanggapi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Latihan untuk mendapat kepekaan rasa atau sukma atau pengaturan emosi untuk seorang pemeran dapat dilakukan melalui teknik olah rasa yang akan dibahas pada sub bab pemeranan selanjutnya.

6. Unsur Ruang

Dalam suatu pementasan teater, setiap pemain mempunyai ruang imajiner hasil ciptaannya dalam bentuk mengolah posisi tubuh dengan jarak rentangan tangan dengan anggota badannya. Ada lebar (gerak besar), misalnya suasana angkuh, sombong, marah, dan bahagia. Ruang sedang (gerak wajar), contoh suasananya yaitu akrab, damai, tenang, dan nyaman. Sementara itu, ruang kecil (gerak menciut) contoh suasananya adalah tertekan sedih, takut, dan mengabdi.

7. Unsur Kostum

Kostum merupakan segala sandangan dan perlengkapannya yang dikenakan, menempel, melekat, dan mendandani untuk memperindah tubuh pemeran. Melalui kostum, watak tokoh, baik secara fisik, psikis, serta moral ataupun status sosial akan tampak menjadi jelas. Adapun bagian-bagian kostum itu, antara lain sebagai berikut.

a. Pakaian dasar. Pakaian dasar ini baik kelihatan maupun tidak, akan memberikan silhouette pada kostum, seperti: krinolos atau rok sampai korset, petikut yang dipakai di bawah pakaian luar, dan stagen.

b. Pakaian kaki (sepatu). Sepatu tidak hanya untuk efek visual saja, tetapi juga untuk memengaruhi cara si Pemain bergerak dan berjalan. Oleh karena itu, sepatu ini amat penting.

c. Pakaian tubuh, yang dimaksud pakaian tubuh adalah pakaian yang kelihatan oleh penonton, seperti : blouse, rok, kemeja, atau celana.

d. Pakaian kepala. Pakaian kepala ini termasuk dandan rambut.

e. Perlengkapan perlengkapan ( aksesoris ). Pakaian perlengkapan atau aksesoris sering kali diperlakukan untuk dekoratif, karakter, atau tujuan tujuan lain. Ini mencakup tangan, hiasan permata, dompet, ikat pinggang, kipas, atau payung.

8. Unsur Properti

Properti dalam seni peran adalah semua peralatan yang digunakan pemeran, baik yang melekat ataupun tidak melekat pada tubuh, tetapi dapat diolah menggunakan tangan (handprop). Properti berfungsi sebagai penguat watak atau karakter seorang pemeran. Misalnya, tas, topi, tongkat, panah, dan busur.

9. Unsur Mustikal

Unsur musikal atau unsur pengisi, penguat, pembangun suasana laku seni peran di atas pentas, meliputi: irama suasana hati atau sukma dalam membangun irama permainan dengan lawan main, irama vokal, suara pengucapan (opera, gending karesmen, wayang musik sebagai penguat karakter tokoh (Astrajingga, Bodor, Semar, dan Raja) berupa; gending, musik, suara atau bunyi dan efek audio, baik melalui iringan musik langsung (live) maupun musik rekaman (playback). Contohnya, musik cabaret dan musik operet. ong, dan seterusnya) sang pemain, atau aktor, dan irama.

Sekian dulu ya penjelasan saya untuk teman teman mengenai Seni peran. Sekarang udah makin tau gak nih ? . . . apa itu seni peran, apa aja unsur unsur nya. Pastinya udah makin tau kan ? . . .
Oke deh saya akhiri dengan Terima Kasih.

2 thoughts on “Seni Peran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *